Baca Baik Baik! Ancaman Serius Dibalik Duduk Terlalu Lama

Ilustrasi duduk terlalu lama
Ilustrasi duduk terlalu lama

Apakah rutinitas sehari hari menuntut Anda untuk harus selalu duduk lama? Atau sering bermain komputer / gadget membuat Anda seakan akan sulit beranjak? Apapun itu, selama tubuh Anda menjadi lebih sering duduk maka sebaiknya waspadai karena bahaya duduk terlalu lama sedang mengintai Anda.

Fakta Menarik Tentang Duduk Terlalu Lama

Berbagai ungkapan menyebutkan bahwa “Sitting is The New Smoking”. Anda tidak merokok, tapi sering duduk terlalu lama? Maka bahayanya sama saja. Bahkan cenderung lebih berbahaya daripada merokok. Anda akan terjatuh ke jurang yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda.

Merokok memang membunuhmu, tapi duduk juga bisa lebih mengancam daripada itu. Kasarnya, para perokok juga sering membalikan kalimat tersebut dengan mengatakan bahwa, “Kamu tidak merokok? Baiklah, duduk saja sampai mati”.

Nah sebenarnya mengapa sih bisa dikatakan seperti demikian? Sebahaya apakah duduk terlalu lama itu? Langsung saja kita bahas bersama mengenai Bahaya Duduk Terlalu Lama yang mulai dari sekarang harus Anda sadari karena ternyata dapat meningkatkan risiko kematian.

Bahaya Duduk Terlalu Lama Bagi Kesehatan Otak

Pekerja kantoran atau mereka yang menghabiskan sebagian waktunya untuk berlama lama duduk memang terlihat nyaman. Tapi tahukan Anda bahwa ada bahaya serius yang mengintai kesehatan mereka?

Hal ini dibuktikan dengan berbagai penelitian yang dilakukan oleh ilmuan dari University of California (UCLA) dan University of Adelaide terhadap 35 orang dengan rentan usia 45 – 75 tahun. Mereka didata secara terperinci mengenai aktivitas harian mereka, termasuk waktu yang dihabiskan untuk duduk, berjalan, dan berbagai aktivitas fisik sedang hingga kuat setiap harinya.

Dalam penelitian tersebut juga dilakukan tes pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) terhadap para peserta untuk mengetahui kesehatan otak mereka. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan guna mengamati hubungan antara duduk, tingkat aktivitas, serta ketebalan komposisi otak.

Hasil pengamatan tersebut menunjukkan hal yang cukup mencengangkan. Semakin lama waktu yang dihabiskan seseorang untuk duduk, maka area yang berperan dalam membentuk ingatan baru (lubus temporalis medial), juga cenderung semakin menipis. Mirisnya, setiap satu jam duduk maka area tersebut menipis sebanyak 2%, begitupun seterusnya.

Area tersebut merupakan bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pembentukan ingatan jangka panjang. Normalnya, ia akan mulai menipis ketika usia beranjak menua. Jika terjadi di usia muda, otomatis kemampuan untuk mengingat sesuatu akan menjadi menurun, dan berujung dengan penyakit demensia dan alzheimer.

Apa Hubungan Duduk Dengan Otak?

Otak adalah organ penting yang menjadi pusat perintah dan sistem saraf. Apabila terjadi sesuatu yang mempengaruhi organ tubuh seperti gangguan metabolisme atau gangguan sirkulasi darah, maka otak akan terkena dampak negatifnya. Begitupun sebaliknya.

Ketika seseorang terlalu lama duduk, mereka akan merasakan keterbatasan ruang gerak, bahkan pergerakan tubuh pun cenderung tidak terangsang sama sekali. Dengan demikian, sistem metabolisme tubuh akan melambat sehingga turut andil dalam memengaruhi otak.

Otak juga tidak mendapatkan asupan darah dan oksigen yang cukup ketika duduk. Saat otak tidak mendapatkan kedua asupan tersebut, maka fungsi otak akan menurun dan biasanya ditandai dengan kesulitan untuk fokus.

Jika hal tersebut terjadi dalam waktu yang lama secara berulang, maka gangguan terhadap berbagai kesehatan otak sudah menunggu di pintu kehidupan Anda.

Selain Otak, Adakah Kerusakan Lain Yang Disebabkan Duduk Terlalu Lama?

Tentu saja. Bahkan duduk bisa dikatakan memengaruhi seluruh angota tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan fakta bahwa semakin lama seseorang untuk duduk, maka semakin besar potensi mereka terkena masalah kesehatan.

Carolyn E. Barlow yang memimpin penelitian di Cooper Institute, Dallas juga mengatakan bahwa seseorang dengan kebiasaan duduk terlalu lama cenderung mengalami obesitas dan berpengaruh terhadap kebugaran dan kesehatan mereka. “Faktor risiko lainnya adalah tingginya gula darah dan kolesterol,” ujar Carolyn.

Selain itu, sebuah studi “Diabetes Research and Clinical Practice” menemukan hubungan antara duduk terlalu lama dengan diabetes tipe-2. Penyebabnya dipicu oleh kegagalan tubuh dalam menghasilkan cukup insulin sehingga gula darah tidak bisa diubah menjadi energi.

Penelitian lain yang dilakukan para peneliti dari University Health Network, Toronto, menyimpulkan bahwa bukan hanya beresiko terkena diabetes, namun kebiasaan duduk terlalu lama juga beresiko menyebabkan penyakit jantung, kanker dan berumur lebih pendek.

Bahaya Duduk Terlalu Lama Secara Keseluruhan

1. Penyakit Kardiovaskular

Duduk terlalu lama sangat beresiko meningkatkan peluang penyakit jantung termasuk serangan jantung dan penyakit jantung yang lainnya.

Penyebabnya adalah duduk terlalu lama akan menyebabkan metabolisme melambat. Lambatnya metabolisme dapat menyebabkan otot tidak mampu membakar kalori seperti lemak. Akibatnya, banyak lemak yang menumpuk pada otot dan menyumbat pembuluh darah.

Duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida plasma, dan penenolakan kadar High Density Lipoprotein atau kolesterol baik sehingga menambah risiko terjadinya penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

2. Perut Buncit

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan berkurangnya pelepasan molekul seperti lipoprotein lipase, yang mampu mengolah lemak dan gula tubuh. Selain itu, duduk terlalu lama lebih memungkinkan seseorang terkena sindrom metabolik. Itulah alasan kenapa duduk terlalu lama dapat menyebabkan perut buncit dan bertambahnya berat badan.

3. Obesitas

Menghabiskan waktu untuk duduk berjam-jam sangat berbahaya bagi kesehatan. Duduk tidak mengeluarkan energi secara maksimal karena otot tubuh tak dimanfaatkan sepenuhnya. Selain itu duduk juga dapat meminimalkan pembakaran kalori sehingga dapat menyebabkan obesitas.

4. Diabetes

Penelitian menyebutkan bahwa duduk terlalu lama dapat menurunkan sistem kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Ketika Anda duduk lebih dari 1 jam, sebetulnya produksi insulin dalam tubuh sudah berkurang cukup banyak.

Selain itu, melambatnya metabolisme tubuh karena terlalu lama duduk juga mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menangani gula darah karena sensitivitas insulin berkurang. Dengan demikian, risiko terkena penyakit diabetes semakin meningkat.

5. Kanker

Sebuah study membuktikan bahwa duduk terlalu lama / gaya hidup sedentary dapat meningkatkan risiko penyakit kanker, terutama kanker payudara, kanker rahim dan kanker usus besar.

Risiko kanker ini disebabkan oleh tubuh yang kurang aktif lebih berpotensi menurunkan fungsi zat antioksidan dalam tubuh, dan mempercepat pertumbuhan sel yang tidak normal sebagai pemicu kanker.

Sedangkan pada saat tubuh dalam keadaan aktif, zat antioksidan dapat bekerja dengan baik dalam menangkal radikal bebas pemicu sel kanker.

6. Komplikasi Pencernaan

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan tekanan yang cukup besar terhadap perut. Tekanan inil akan memperlambat sistem pencernaan dari biasanya. Sistem pencernaan yang terlalu lambat dapat menyebabkan organ pencernaan tidak bekerja dengan baik.

Berbagai gejala yang paling sering terjadi adalah kram, perut kembung, sembelit, mulas dan buang gas berlebihan. Semua permasalahan tersebut dipicu oleh pencernaan yang tidak berjalan dengan baik.

7. Gangguan Postur Tubuh

Duduk berlebihan secara lambat laun akan memengaruhi postur tubuh Anda. Gangguan ini memang tidak muncul dalam sekejap, tetapi akan terasa dalam masa mendatang. Berbagai jenis gangguan yang umumnya paling sering terjadi adalah:

  • Sakit berlebihan pada leher dan bahu yang disebabkan karena ketegangan yang terjadi ketika duduk. Apabila hal tersebut terjadi secara terus menerus, maka gangguan permanen pada bagian leher atau bahu mungkin saja terjadi.
  • Perubahan postur tulang belakang. Hal ini disebabkan karena tulang belakang menjadi penopang badan yang utama ketika duduk. Tekanan yang terjadi secara terus menerus membuat tulang belakang menerima beban yang melebihi kemampuannya. Kondisi tersebut sering ditandai dengan nyeri punggung.

8. Penyakit Pembekuan Darah

Duduk terlalu lama bisa menyebabkan bagian pembuluh darah di kaki tidak mampu beraktifitas dengan baik. Hal tersebut dapat menyebabkan pergelangan kaki menjadi bengkak, dapat meningkatkan risiko munculnya varises di sekitar bagian kaki, juga dapat menimbulkan penggumpalan darah yang dikenal dengan DVT (deep vein thrombosis).

Jika dibiarkan terus menerus, semua masalah ini dapat menjadi lebih parah karena menyebabkan pembekuan darah yang berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Efek yang mungkin akan dirasakan secara langsung adalah seringnya merasa kesemutan.

9. Degenerasi Otot

Aktivitas fisik seperti berjalan dan berolahraga dapat mengencangkan otot. Sebaliknya, ketika Anda duduk maka otot akan mengendur dan dapat menyebabkan pelemahan otot.

Bagian pinggang mungkin paling beresiko mengalami keluhan saat duduk terlalu lama. Hal itu dikarenakan otot di bagian pinggang menjadi kaku. Ruang geraknya menjadi sangat terbatas sehingga cenderung lebih tegang. Keluhan tersebut dapat menurunkan mobilitas otot pinggang yang dalam jangka panjangnya dapat menyebabkan seseorang terjatuh secara tiba-tiba saat berjalan.

10. Kepadatan Tulang Kaki Memburuk

Apabila kaki banyak digerakkan seperti berjalan, atau berolahraga dengan berlari, tulang kaki menjadi lebih padat sehingga menjadikannya lebih kokoh dan kuat.

Sedangkan ketika kaki lama tidak digerakkan maka dapat menyebabkan tulang merapuh sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.

Duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan kaki menjadi mati rasa, atau dalam dunia medis lebih dikenal dengan istilah neuropati (gangguan syaraf pada kaki sehingga fungsinya berkurang)

11. Kehidupan Sosial Membosankan

Bahaya duduk terlalu lama ternyata juga mempengaruhi kualitas interaksi yang pasif ketika bersosialisasi dengan masyarakat yang lainnya. Hal tersebut mungkin dipicu oleh rasa lelah ketika duduk terlalu lama sehingga menjadikan suasana kurang bersemangat.

Hal ini tidak bisa dibiarkan karena dapat menyebabkan depresi dan sangat tidak baik untuk psikologis.


Nah, dari berbagai bahaya yang merupakan ancaman nyata tersebut, sangat penting untuk melakukan berbagai pencegahan dengan mengurangi kebiasaan buruk tersebut karena apabila tidak melakukan pencegahan sama sekali sangat beresiko menyebabkan kematian dini.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bahaya Duduk Terlalu Lama

Anda mungkin berpikir, “Saya sudah melakukan pencegahan dengan berolahraga seminggu sekali.” Tapi apakah itu cukup? Penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tidak akan meniadakan kerusakan yang diakibatkan oleh waktu duduk yang lama.

Katy Bowman, seorang ilmuwan dan penulis buku Move your DNA : Restore Your Health Through Natural Movement, juga mengatakan bahwa “Anda tidak dapat mengimbangi 10 jam duduk lama hanya dengan satu jam olahraga.” Lantas mengapa Anda tidak menyempatkan untuk berolahraga setiap harinya?

Tetapi memang bisa dipahami juga, bagaimana untuk olahraga, berbagai pekerjaan atau kegiatan yang menuntut Anda untuk duduk akan menyebabkan rasa nyeri yang cukup terasa. Jika sudah demikian, lelahnya duduk cenderung memaksa Anda untuk langsung beristirahat.

Namun bukan berarti tidak ada cara untuk “meminimalisir” bahaya dari duduk terlalu lama. Dan diantaranya adalah :

1. Perbanyak minum air

Mengambil air minum akan memaksa Anda untuk berdiri dan berjalan meskipun hanya sekedar beberapa detik. Tetapi hal tersebut juga memungkinkan untuk sering pergi ketoilet sehingga setidaknya tubuh tidak benar benar terlalu lama duduk

2. Berdiri setiap 30 menit sekali

Hal ini bertujuan untuk menenangkan tubuh dari kekakuan. Jika memungkinkan gunakan pula untuk melakukan aktivitas ringan agar otot tidak terlalu tegang.

3. Rentangkan kaki dibawah meja

Dengan merentangkan kaki dibawah meja, Anda masih bisa menggerakan otot kaki tanpa harus berdiri. Caranya adalah rentangkan kaki kemudian gerakan kaki secara naik turun di bawah meja.

4. Terapkan posisi duduk tegak

Jika Anda “terpaksa” duduk terlalu lama entah karena pekerjaan atau yang lainnya, sebaiknya hindari duduk menyandar atau membungkuk ke arah depan agar postur tubuh tidak terganggu.

5. Manfaatkan waktu istirahat

Nikmati waktu istirahat siang dengan berjalan kaki sambil melakukan aktifitas sosial yang bermanfaat, atau sekedar sambil melihat indahnya alam ciptaanNya. Tentunya itupun jika Anda bisa.

6. Coba sesekali seakan akan sedang bekerja menggunakan meja berdiri

Jika Anda dituntut untuk duduk dalam waktu yang lama, cobalah sesekali lakukan pekerjaan dalam keadaan tegak agar tubuh tidak terlalu kaku.

7. Dan Lain Lain

Berbagai hal tersebut hanya dapat meminimalisir bahaya dibalik duduk terlalu lama, tetapi tidak cukup hanya itu saja. Selain kesehatan tubuh, duduk terlalu lama juga dapat mengganggu kesehatan fikiran. Oleh karena itu, usahakan sebisa mungkin untuk memperbanyak aktifitas fisik.

Coba renungkan,

Apakah pernah Ada dokter yang bilang bahwa ketika Anda sakit disebabkan karena kekurangan ilmu? Kurang paham sejarah atau matematika? Atau mungkin kekurangan materi karena kesehatan bisa dibeli dengan uang? Tidak pernah bukan? Mereka selalu bilang, “Anda kurang berolahraga.” Selanjutnya apa saran yang diberikan olehnya? Tentu saja, “Rajinlah melakukan aktifitas fisik dan berolahraga!”

Bukankah kesehatan harus diutamakan? Jadi apa tindakan Anda selanjutnya? Mari sadari bahaya duduk terlalu lama dengan saling mengingatkan antar sesama.

About nisashimi 36 Articles
Penyedia layanan informasi seputar kesehatan sekaligus agen resmi yang menjual Qnc Jelly Gamat dan Produk Herbal lainnya secara Online yang melayani pemesanan dari seluruh wilayah tanah air.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*